Selasa, 21 Maret 2023

TEORI EVALUASI PEMBELAJARAN

TEORI EVALUASI PEMBELAJARAN PADA PESERTA DIDIK 
 
 Evaluasi dapat mendorong siswa untuk lebih giat belajar secara terus menerus dan juga mendorong guru untuk lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta mendorong sekolah untuk lebih meningkatkan fasilitas dan kualitas belajar siswa. Sehubungan dengan hal tersebut, optimalisasi sistem evaluasi memiliki dua makna, pertama adalah sistem evaluasi yang memberikan informasi yang optimal. Kedua adalah manfaat yang dicapai dari evaluasi. Manfaat yang utama dari evaluasi adalah meningkatkan kulitas pembelajaran dan selanjutnya akan terjadi peningkatan kualitas pendidikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program pembelajaran selalu dilihat dari aspek hasil belajar yang dicapai. Di sisi lain evaluasi pada program pembelajaran membutuhkan data tentang pelaksanaan pembelajaran dan tingkat ketercapaian tujuannya. 

TUJUAN, FUNGSI, DAN MANFAAT EVALUASI 
  Tujuan Evaluasi Menurut Sudirman N, dkk, bahwa tujuan penilaian dalam proses pembelajaran adalah: 
1. Mengambil keputusan tentang hasil belajar. 
2. Memahami siswa, 
3. Memperbaiki dan mengembangkan program pengajaran.
 Selanjutnya, mengatakan bahwa pengambilan keputusan tentang hasil belajar merupakan suatu keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya siswa dalam proses pembelajaran. Ketidakberhasilan proses pembelajaran itu disebabkan antara lain sebagai berikut: 
1. Kemampuan siswa yang rendah. 
2. Kualitas materi pelajaran tidak sesuai dengan tingkat usia anak. 
3. Jumlah bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang diberikan. 
4. Komponen proses belajar dan mengajar yang kurang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh guru itu sendiri.

 Fungsi Evaluasi Berdasarkan Undang-undang RI tentang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 58 ayat 1 bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan untuk membantu proses, kemajuan, dan perkembangan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Menurut M. Ngalim Purwanto bahwa kewajiban bagi setiap guru untuk melaksanakan kegiatan evaluasi itu (Purwanto, 1991). Sedangkan Nana Sudjana menjelaskan bahwa, evaluasi berfungsi sebagai berikut: 
1. Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional khusus. Dengan fungsi ini dapatlah diketahui bahwa tingkat penguasaan bahan pelajaran yang dikuasai oleh siswa. Dengan kata lain, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa tersebut baik atau tidak baik. 
2. Untuk mengetahui keaktifan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru. Rendahnya capaian hasil belajar yang diperoleh siswa tidak semata-mata disebabkan oleh ketidakmampuan siswa itu sendiri

 Manfaat Evaluasi Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran, yaitu: 
a. Memahami sesuatu: mahasiswa (entry behavior, motivasi, dll), sarana dan prasarana, dan kondisi dosen. 
b. Membuat keputusan: kelanjutan program penanganan “masalah", dll. 
c. Meningkatkan kualitas PBM: komponen-komponen PBM. Kesimpulan: Evaluasi sebagai suatu kegiatan mengumpulkan data dan informasi mengenai kemampuan belajar siswa, untuk menilai sudah sejauh mana program (pengembangan sistem instruksional) telah berjalan, dan juga sebagai suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan telah berlangsung sebagaimana mestinya. 

 Evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa dalam suatu proses pembelajaran, sekaligus untuk memahami siswa sampai sejauh mana dapat memberikan bantuan terhadap kekurangan-kekurangan siswa, dengan tujuan menempatkan siswa pada situasi pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan fungsi evaluasi untuk membantu proses, kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan, dan sekaligus dapat mengetahui kemampuan dan kelemahan siswa pada bidang studi tertentu, sekaligus dapat memberikan informasi kepada orang tua wali siswa mengenai penentuan kenaikan kelas atau penentuan kelulusan siswa. 

 ------------------------------------------------------------------

Sumber Referensi: 
Abdorrakhman, Gintings. Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran. Buah Batu. Bandung 2008 
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet.V: Jakarta 1976. 
Dimyati dan Mujiono. Belajar dan Pembelajaran. Cet III; Jakarta Cipta, 2006. 
Djamarah, Syaiful Bahri. Guru Dan Anak Didik Dalam lnteraksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Cet. II; Jakarta: PT Rineka Cipta, 2005.
Gronlund, E. N. Improving Marking and Reporting in Classroom Instruction, Mac Millan Publishing, Co, Inc. NewYork, Collier Mac Millan Publishers, London, 1974.
Hergenhanhn, B. R. dan Matthew H. Olson, Theories of Learning (Teori Belajar). Edisi Ketujuh. Cet. 1. Jakarta: Kencana, 2008. 
Muijs, Daniel, dan David Reynolds. Effective Teaching, Second Edition, diterjemahkan oleh Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyantini Soetjipto dengan judul Teori dan Aplikasi. Edisi Kedua. Cet. I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 

Follow My Social Media
Instagram @awldn21_
TikTok: @awldn21_

Subscribe My YouTube Channel: WALL PROJECT

 Berikut adalah contoh Evaluasi Pembelajaran dengan memanfaatkan Fasilitas dari Google yaitu 
Google spreasheet: Hasil EVALUASI TENGAH SEMESTER

Dan Berikut contoh Video penerapan GFORM dalam pelaksanaan EVALUASI TENGAH SEMESTER di SMK NEGERI 01 TANJUNG LUBUK OKI



- Terima Kasih Telah Membaca + 

1 komentar: